"Akankah kami membantu Suriah? Iya, kami akan membantunya," ujar Putin kepada wartawan pada akhir pertemuan G20 di Saint Petersburg, seperti dilansir Global Post, Sabtu (7/9/2013).
"Kami sedang membantu mereka sekarang. Kami menyuplai senjata, bekerja sama dalam sektor ekonomi, dan saya harap kami bisa bekerja sama lebih banyak dalam sektor kemanusiaan ... untuk menyediakan bantuan bagi orang-orang - warga sipil - yang mengalami situasi sulit saat ini," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putin juga meyakini bahwa mayoritas publik internasional tidak sepakat dengan rencana yang terus digaungkan AS tersebut. "Menggunakan kekerasan terhadap kedaulatan sebuah negara hanya bisa dilakukan untuk mempertahankan diri, dan Suriah dalam posisi tidak sedang menyerang AS," ucapnya, sembari menegaskan bahwa aksi serupa hanya bisa dilakukan dengan mandat dari PBB.
"Seperti dikatakan oleh salah satu partisipan kemarin, pihak yang melakukan hal yang berbeda justru menempatkan diri mereka sendiri pada pelanggaran hukum," tandasnya.
Sejauh ini, Rusia sudah menempatkan sejumlah kapal perangnya di wilayah perairan Mediterania Timur. Langkah ini sebagai bentuk antisipasi jika memang AS dan sekutunya jadi melancarkan serangan militer ke wilayah Suriah.
(nvc/gah)











































