Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), seperti dilansir AFP, Rabu (4/9/2013), mencatat gempa ini terjadi sekitar pukul 00.18 GMT. Pusat gempa dilaporkan berada pada kedalaman 404 Km.
"Pusat gempa berada di wilayah Pasifik, ratusan kilometer dari kota Tokyo. Kami melihat tidak ada risiko terjadinya tsunami," ujar juru bicara Badan Prakiraan Cuaca Jepang.
Secara terpisah, otoritas kegempaan Jepang mendeteksi gempa ini berkekuatan 6,9 SR. Gempa diyakini berpusat pada lokasi yang berjarak lebih dari 600 km dari wilayah Tokyo sebelah selatan.
Wartawan AFP yang ada di Tokyo melaporkan, getaran gempa ini terasa cukup lama. Banyak gedung bertingkat yang bergetar saat gempa terjadi. Sejumlah warga setempat menuturkan, ini merupakan salah satu gempa terbesar yang pernah mereka rasakan dalam beberapa waktu terakhir.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa ini.
Secara terpisah, pihak operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima, TEPCO menyatakan, tidak ada laporan gangguan atau masalah pada reaktor nuklir akibat gempa ini.
"Kami memastikan tidak ada sama sekali gangguan," terang juru bicara Tokyo Electric Power (TEPCO). Kendati demikian, pihak TEPCO tetap melakukan pemeriksaan berkala yang lebih luas untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin muncul.
(/)











































