"Sejak awal krisis, seperti yang kalian tahu, kita telah menunggu musuh kita yang sebenarnya menampakkan diri," kata Assad seperti dikutip harian Libanon, Al-Akhbar.
"Saya tahu semangat kalian bagus dan kalian siap menghadapi serangan apapun dan menyelamatkan tanah air," kata Assad kepada pejabat-pejabat Suriah seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/8/2013).
Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya, beberapa hari ini telah mengingatkan kemungkinan aksi militer terhadap rezim Assad. Aksi militer ini disebutkan untuk menghukum rezim Assad, menyusul serangan kimia yang menewaskan banyak warga sipil di wilayah-wilayah pinggiran Damaskus pada 21 Agustus lalu.
"Ini konfrontasi bersejarah yang mana kita akan muncul sebagai pemenang," tegas Assad seperti diberitakan surat kabar Libanon tersebut.
Oposisi Suriah menuding pasukan Assad bertanggung jawab atas serangan-serangan kimia di basis-basis pemberontak dekat Damaskus pekan lalu. Menurut para aktivis, lebih dari 1.300 orang tewas, termasuk anak-anak dan wanita, dalam serangan-serangan itu.
Pemerintah Suriah berulang kali membantah melakukan serangan kimia itu. Rezim Assad bahkan menuding para pemberontaklah yang melakukan serangan kimia itu. Tujuannya, untuk mendorong aksi militer internasional terhadap rezim Assad.
(ita/nrl)











































