Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyebutkan, resolusi politik sejak awal merupakan satu-satunya jalan keluar bagi isu Suriah.
"China meminta semua pihak untuk mengendalikan diri dan tetap tenang," demikian statemen tersebut seperti diberitakan News.com.au, Kamis (29/8/2013).
Pejabat tinggi China itu juga mengatakan, pemerintahnya menentang penggunaan senjata kimia. Namun semua pihak harus menunggu hasil temuan tim PBB yang kini tengah berada di Suriah untuk menyelidiki dugaan serangan kimia.
Spekulasi mengenai aksi militer asing terhadap Suriah berhembus kencang setelah oposisi menuding pasukan Suriah melancarkan serangan kimia ke basis-basis pemberontak di pinggiran Damaskus pada 21 Agustus lalu. Menurut oposisi, lebih dari 1.300 orang tewas dalam serangana-serangan mengerikan tersebut.
Pemerintah Suriah bersikeras membantah tudingan tersebut. Rezim Presiden Bashar al-Assad bahkan menuding para pemberontak sebagai pelaku serangan kimia tersebut. Tujuannya, untuk mendorong aksi militer internasional terhadap rezim Assad.
(ita/nrl)











































