Pesawat pertama, sebuah pesawat kargo Ilyushin-76 mengangkut 89 orang yang memutuskan untuk meninggalkan negeri yang dilanda konflik berkepanjangan itu. Pesawat tersebut tiba di bandara Domodedovo di Moskow, Rusia pada Selasa, 27 Agustus malam waktu setempat.
"Di dalam pesawat ada 89 prang yang berkeinginan meninggalkan Suriah, termasuk 75 warga Rusia," kata juru bicara Kementerian Darurat Rusia, Irina Rossius seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/8/2013). "Mereka sebagian besar wanita dan anak-anak," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Darurat Rusia telah mengevakuasi sekitar 750 warga Rusia dalam sejumlah penerbangan sejak konflik Suriah pecah pada Maret 2011 lalu.
Evakuasi ini dilakukan di tengah berhembusnya spekulasi mengenai aksi militer negara-negara Barat terhadap Suriah, sebagai respons atas serangan kimia yang diduga dilakukan pasukan rezim Suriah pekan lalu. Menurut oposisi Suriah, lebih dari 1.300 orang tewas dalam serangan-serangan kimia di wilayah-wilayah dekat Damaskus pada 21 Agustus lalu.
Pemerintah Suriah telah membantah melakukan serangan kimia tersebut. Rezim Presiden Bashar al-Assad malah menuding pemberontak sebagai pelaku serangan mematikan itu. Tujuannya, untuk memicu aksi militer asing terhadap pemerintahan Assad.
(ita/nrl)











































