"Kedua pemimpin setuju bahwa semua informasi yang ada membenarkan serangan kimia memang telah terjadi, dan menekankan bahwa bahkan Presiden Iran dan rezim Suriah telah mengakui ini," demikian disampaikan kantor PM Inggris atau disebut juga Downing Street.
Hal tersebut disampaikan pihak Downing Street seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/8/2013) seusai pembicaraan Obama dan Cameron via telepon pada Selasa, 27 Agustus malam waktu setempat.
"Mereka berdua setuju bahwa mereka tak ragu kalau rezim Assad bertanggung jawab," demikian pernyataan Downing Street.
Menurut Downing Street, bukti-bukti jelas menunjukkan bahwa pasukan Assad telah melancarkan serangan senjata kimia di pinggiran Damaskus pekan lalu.
"Pasukan rezim melakukan operasi militer untuk merebut kembali daerah tersebut dari oposisi saat itu, dan tak ada bukti bahwa oposisi punya kemampuan untuk melakukan serangan senjata kimia seperti itu," demikian pernyataan kantor PM Inggris tersebut.
Disampaikan pula bahwa pemerintah Inggris belum memutuskan soal respons apa yang akan diambil terkait serangan kimia tersebut.
Sebelumnya, oposisi Suriah menyebut pasukan rezim Assad telah melancarkan serangan-serangan kimia pada Rabu, 21 Agustus lalu. Lebih dari 1.300 orang tewas, termasuk anak-anak dan wanita dalam serangan-serangan tersebut. Pemerintah Suriah membantah hal tersebut dan balik menuduh para pemberontak sebagai pelaku serangan kimia tersebut.
(ita/nrl)











































