Militer Amerika Serikat telah siap melancarkan serangan ke Suriah. Namun Gedung Putih menegaskan, tujuan aksi AS bukan perubahan rezim Suriah, namun untuk menghukum pemerintahan Presiden Bashar al-Assad karena melancarkan serangan kimia terhadap warga sipil.
"Saya ingin memperjelas bahwa opsi-opsi yang kami pertimbangkan bukan soal perubahan rezim," kata juru bicara Gedung Putih, Jay Carney seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/8/2013).
Ditegaskan Carney, tindakan AS adalah untuk mempertahankan prinsip bahwa senjata kimia tak boleh digunakan. Dikatakan Carney, hasil investigasi intelijen AS atas serangan kimia di Suriah akan dirilis pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel menyatakan, militer AS telah siap bertindak jika Presiden Barack Obama memerintahkannya.
"Kami telah memindahkan aset-aset ke tempat yang akan bisa memenuhi dan sejalan dengan opsi apapun yang akan diambil presiden," tandas Hagel. "Kami siap, begitulah," pungkasnya.
Pada Senin, 26 Agustus malam waktu setempat, empat kapal perang AS telah ditempatkan di wilayah Mediterania. Kapal-kapal tersebut dilengkapi dengan rudal-rudal penjelajah yang bisa menjangkau wilayah Suriah.
Menurut pejabat-pejabat pertahanan AS, jika pemerintah AS ingin mengirimkan pesan untuk Presiden Bashar al- Assad, maka aksi militer yang paling mungkin adalah serangan rudal Tomahawk, yang dilancarkan dari kapal di Mediterania.
(ita/nrl)
