"Penggunaan cara-cara militer (terhadap Suriah) akan mendatangkan konsekuensi serius, bukan cuma bagi Suriah namun juga bagi seluruh wilayah," cetus juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Araqchi seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (27/8/2013).
Dikatakan Araqchi, hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam pertemuan dengan kepala urusan politik PBB, Jeffrey Feltman yang tengah berada di Teheran, Iran untuk membahas sejumlah isu termasuk Suriah.
Araqchi menekankan, mengingat situasi yang sensitif ini, negara-negara Barat harus bersikap bijak dalam berhadapan dengan Suriah. Apalagi karena tak ada otorisasi dari Dewan Keamanan PBB untuk melancarkan aksi militer terhadap Suriah.
Saat ini spekulasi mengenai serangan militer Amerika Serikat dan kawan-kawan terhadap Suriah terus berhembus. Spekulasi ini berhembus kencang setelah terjadinya serangan-serangan dengan senjata kimia yang diduga dilakukan militer Suriah pekan lalu.
Menurut oposisi Suriah, lebih dari 1.300 orang tewas dalam serangan-serangan kimia di beberapa wilayah dekat Damaskus pada 21 Agustus tersebut. Oposisi Suriah menyebut serangan kimia itu dilakukan pasukan pemerintah Suriah. Namun tuduhan ini dibantah pemerintah Suriah. Rezim Presiden Bashar al-Assad bahkan menyebut para pemberontaklah yang bertanggung jawab atas serangan mematikan itu.
(ita/nrl)











































