Kementerian Luar Negeri Rusia pun meminta komunitas internasional untuk menunjukkan "kehati-hatian" atas krisis Suriah.
"Upaya-upaya untuk mendahului Dewan Keamanan PBB, sekali lagi untuk menciptakan dalih tak berdasar bagi intervensi militer di wilayah tersebut, adalah penuh dengan penderitaan baru di Suriah dan konsekuensi bencana bagi negara-negara lain di Timur Tengah dan Afrika Utara," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini disampaikan pemerintah Rusia di tengah merebaknya spekulasi mengenai serangan militer Amerika Serikat dan kawan-kawan terhadap Suriah. Spekulasi ini berhembus kencang setelah terjadinya serangan-serangan dengan senjata kimia yang diduga dilakukan militer Suriah pekan lalu.
Menurut oposisi Suriah, lebih dari 1.300 orang tewas dalam serangan-serangan kimia di beberapa wilayah dekat Damaskus pada 21 Agustus tersebut. Oposisi Suriah menyebut serangan kimia itu dilakukan pasukan pemerintah Suriah. Namun tuduhan ini dibantah pemerintah Suriah.
(ita/nrl)











































