"Apakah mungkin merespons senjata kimia tanpa dukungan penuh Dewan Keamanan PBB? Saya katakan ya," tutur Hague kepada BBC seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (26/8/2013).
Ketika ditanya mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Suriah, Hague berujar: "Saya tak akan mengesampingkan apapun ataupun menyebutkan apapun, saya tak akan berspekulasi mengenai hal itu di depan publik," imbuhnya.
"Namun memang mungkin untuk bertindak atas dasar kebutuhan kemanusiaan dan tekanan kemanusiaan, mungkin untuk melakukan hal itu di bawah banyak skenario," tutur pejabat tinggi Inggris itu.
Ditegaskan Hague, Amerika Serikat dan negara-negara lain termasuk Prancis juga telah menegaskan bahwa mereka tak bisa membiarkan penggunaan senjata kimia di abad ke-21 ini tanpa hukuman. "Namun saya tak bisa menyebut soal opsi militer saat ini," tandas Hague.
Sebelumnya, oposisi Suriah menyatakan, lebih dari 1.300 orang tewas ketika gas-gas beracun dilepaskan pasukan Suriah di kota-kota dekat Damaskus pada Rabu, 21 Agustus lalu. Pemerintah Suriah membantah telah menggunakan senjata kimia dalam serangan-serangan ke kota-kota yang dikuasai para pemberontak tersebut.
(ita/nrl)











































