Semasa hidup, Narendra Dabholkar sangat gencar mengkampanyekan undang-undang untuk membasmi praktik perdukunan dan takhayul yang masih diyakini masyarakat setempat secara kuat. Narendra tewas ditembak dua pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor, ketika dia sedang jogging di pagi hari.
Seperti dilansir AFP, Rabu (21/8/2013), insiden ini terjadi di wilayah Pune, Maharashtra pada Selasa (20/8) pagi waktu setempat. Kematian Narendra ini memicu aksi protes dari partai dan organisasi sosial setempat.
Sebanyak 90 persen aktivitas bisnis dan pertokoan di kota Pune pun terpaksa tutup akibat aksi protes ini. Protes dilakukan karena tidak adanya perkembangan dalam penyelidikan kasus pembunuhan Narendra tersebut.
"Tidak ada kemajuan," ujar komisioner polisi, Gulabrao Pol.
Gulabrao menambahkan, belum dilakukan satupun penangkapan pelaku penembakan tersebut. Sejauh ini, motif penembakan juga belum diketahui pasti.
Kampanye yang dilakukan Narendra telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Dengan semangat, dia melobi anggota dewan daerah Maharashtra agar meloloskan undang-undang yang melarang praktik perdukunan dan ilmu hitam.
Narendra yang disebut berusia 71 tahun ini, juga pernah menantang sejumlah ahli perdukunan setempat yang mengklaim bisa melakukan hal-hal ajaib. Jasad Narendra dikremasi dan dibawa ke kampung halamannya di Satara.
(nvc/ita)











































