Hal tersebut disampaikan Erdogan dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional Turki seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (21/8/2013).
"Apa yang mereka katakan tentang Mesir: demokrasi bukan soal kotak suara. Siapa di belakang ini? Israel," kata Erdogan. Kami punya bukti," tandasnya.
Dikatakan Erdogan, salah satu bukti tersebut adalah pernyataan Menteri Kehakiman Israel di depan forum 2011 di Prancis. Menteri tersebut mengatakan, Ikhwanul Muslimin tak akan bisa tetap berkuasa meskipun memenangi pemilu.
Statemen Erdogan ini langsung dibantah pemerintah Israel. "Komentar-komentar PM Turki tersebut omong kosong," tegas pejabat di kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Pemerintah Mesir juga membantah pernyataan Erdogan tersebut dan menyebutnya sama sekali tak berdasarkan fakta.
Morsi dilantik sebagai pemimpin pertama Mesir yang terpilih secara demokratis pada Juni 2012 lalu. Namun dia kemudian digulingkan oleh militer Mesir pada 3 Juli setelah marak terjadi aksi demo menentang Morsi.
(ita/nrl)











































