Rosario juga memerintahkan pengerahan tim khusus ke Kairo untuk membantu mempercepat pemulangan 6 ribu warga Filipina yang berada di Mesir. Rosario pun menyerukan seluruh warga Filipina untuk menghubungi kedutaan Filipina di Kairo.
"Memburuknya kedamaian dan ketertiban di Mesir, yang diperparah dengan instabilitas politik yang terus berlangsung dan tantangan keamanan yang berat di negeri itu, membuat bekerja dan tinggal di sana kian sulit dan berbahaya," demikian pernyataan Rosario seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (20/8/2013).
Rosario mendatangi Mesir awal pekan ini untuk melihat situasi terkini di negeri itu. Menurut juru bicara Rosario, Raul Hernandez, di Kairo, dia sempat bertemu dengan seorang remaja putri Filipina-Mesir yang terluka akibat peluru nyasar saat bentrokan di Helwan, sebelah selatan Kairo.
Lebih dari 800 orang telah tewas dalam sepekan terakhir akibat berbagai bentrokan antara aparat Mesir dan para demonstran pendukung presiden terguling Mohamed Morsi. Yang terparah adalah saat aparat polisi melancarkan operasi pembersihan kamp-kamp demonstran pro-Morsi pada Rabu, 14 Agustus lalu. Lebih dari 600 orang tewas dalam pertumpahan darah tersebut.
(ita/nrl)











































