Media Mesir Dukung Pemerintah Melawan Pendukung Morsi

Media Mesir Dukung Pemerintah Melawan Pendukung Morsi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 20 Agu 2013 15:30 WIB
Media Mesir Dukung Pemerintah Melawan Pendukung Morsi
Ilustrasi
Kairo -

Sebagian besar media massa di Mesir, baik publik maupun swasta, berada di belakang pemerintah yang tengah membersihkan pendukung presiden terguling Mohamed Morsi. Sebabnya, era pemerintahan Morsi banyak mengadili wartawan setempat.

Jadi ketika polisi dan tentara Mesir berjibaku mengejar dan membersihkan para pendukung Morsi dan Ikhwanul Muslimin, media setempat berperan dengan mengkampanyekan perlawanan terhadap Ikhwanul Muslimin dan sekutunya.

"Selama 1 tahun pemerintah Morsi, lebih banyak wartawan yang diadili dibandingkan sebelumnya, selama 185 tahun sejarah pers Mesir," ujar pengamat politik Hisham Kassem kepada AFP, Selasa (20/8/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kini media mengeksploitasi situasi yang dialami Ikhwanul Muslimin untuk membayar apa yang dialami mereka," imbuhnya.

Selama beberapa hari terakhir, tiga stasiun televisi di Mesir terus menyiarkan berita aksi pembersihan pendukung Morsi dengan tema dalam bahasa Inggris yang berbunyi 'Egypt fighting terrorism'. Mereka terus melaporkan perkembangan terbaru dalam bentrokan antara pendukung Morsi dengan aparat kepolisian Mesir.

Bahkan di sela-sela siaran, terdengar lagu-lagu patriotik yang sengaja diputar sebagai backsound tayangan berita tersebut. Terlihat dalam beberapa tayangan ketika militer Mesir mengeluarkan peralatannya dan menunjukkan kepeduliannya terhadap warga sipil.

Ada juga sebuah tayangan berjudul 'The Black History of the Brotherhood Organisation' yang dimaksudkan untuk menunjukkan sejarah kelam kelompok Ikhwanul Muslimin.

Tayangan tersebut menampilkan anggota-anggota Ikhwanul Muslimin. Termasuk usaha pembunuhan Presiden Gamal Abdul Nasser dan pembunuhan Presiden Anwar Sadat di masa lalu, yang disebut didalangi oleh kelompok tersebut.

Sementara itu, surat kabar milik pemerintah, Al-Ahram juga tak jauh berbeda. Media ini cenderung mengkritik Ikhwanul Muslimin dan mengelu-elukan pemerintah serta komandan militer yang memimpin penggulingan Morsi, Abdel Fattah al-Sisi.

Pada Senin (19/8), surat kabar ini mendedikasikan seluruh halaman utamanya untuk memberitakan pidato Sisi yang disampaikan sehari sebelumnya. Menanggapi hal ini, pemimpin redaksi media independen Sawt al-Ummah, Abdel Halim Qandil melihat bahwa sikap media-media lokal merupakan respons yang wajar dalam menyikapi perjuangan nasional yang dilakukan pemerintah.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads