"Kami berusaha untuk menyelamatkan apapun sebisa kami. Tapi semuanya terjadi tiba-tiba. Tetangga saya bahkan tidak bisa mengeluarkan mobilnya," tutur warga setempat, JR Pascual yang rumahnya kebanjiran hingga setinggi pinggang, seperti dilansir AFP, Senin (19/8/2013).
Dampak dari banjir ini, otoritas setempat menutup sekolah, kantor pemerintah dan bahkan kantor bursa saham setempat. Bahkan peringatan atau 'red alert' telah dikeluarkan oleh pemerintah pada Senin (19/8) pagi waktu setempat. Peringatan ini menandai kemungkinan level bencana tertinggi akan terjadi karena banjir telah menyebar luas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diperkirakan ribuan orang mengungsi di kamp-kamp pengungsian setempat. Sebagian memilih mengamankan diri di atap rumah masing-masing sembari menunggu banjir surut.
Prakirawan cuaca meramalkan, hujan deras masih terus melanda Manila hingga malam hari. Sedangkan wilayah pinggiran yang dipenuhi sawah dan juga wilayah pegunungan di bagian utara, diperkirakan akan dilanda badai.
Badan Manajemen dan Penanggulangan Risiko Bencana Nasional menyatakan, wilayah utara diperkirakan mengalami banjir setinggi 1,2 meter. Akibat bencana ini, dilaporkan satu orang tewas akibat kecelakaan mobil yang dipicu banjir. Sedangkan dua orang lainnya dilaporkan hilang.
(nvc/ita)











































