Pendakwah bernama Tareq al-Suwaidan ini memiliki acara di televisi milik Pangeran Alwaleed. Tareq yang memiliki lebih dari 1,9 juta followers di Twitter ini sudah sangat dikenal luas di dunia Arab karena ceramahnya soal pengembangan diri dari perspektif Islam.
Menurut Pangeran Alwaleed, dalam salah satu ceramahnya di Yaman, Tareq menyebut dirinya sebagai 'salah satu pemimpin Ikhwanul Muslimin'. Hal inilah yang mendasari keputusan pemecatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam suratnya tersebut, Pangeran Alwaleed juga menyatakan bahwa dia beberapa kali memperingatkan Tareq terkait afiliasi politiknya. Namun Tareq tidak mempedulikan peringatan tersebut.
"Hanya mereka yang lemah yang khawatir soal bagaimana mencari nafkah, dan tidak ada seorangpun yang meninggalkan prinsipnya kecuali mereka yang hanya peduli soal urusan duniawi," respons Tareq melalui akun Twitter-nya.
Sebelumnya, paman Pangeran Alwaleed, Raja Abdullah, telah menyerukan kepada seluruh rakyat Mesir untuk bersatu melawan upaya-upaya yang disebutnya mendestabilisasi Mesir. Dengan terang-terangan, Raja Abdullah menyatakan dukungannya kepada pemerintah dan militer Mesir dalam pembersihan demonstran pendukung presiden terguling Mohamed Morsi.
(nvc/ita)











































