Dalam pernyataannya, Kementerian UAE mendukung operasi pembersihan yang dilakukan aparat polisi Mesir terhadap para demonstran pro Morsi Rabu, 14 Agustus lalu. Lebih dari 600 orang tewas dalam insiden berdarah tersebut.
"UAE... menegaskan kembali pengertiannya akan langkah-langkah berdaulat yang diambil pemerintah Mesir setelah melakukan pengendalian diri yang maksimum," demikian statemen tersebut seperti diberitakan media Al-Alam dan dilansir Fars News, Sabtu (17/8/2013).
Pemerintah Bahrain juga menyampaikan dukungan atas tindakan yang diambil otoritas Mesir terhadap para demonstran pro-Morsi. Menurut Bahrain, merupakan tugas negara untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di negeri itu.
"Langkah-langkah yang diambil otoritas Mesir untuk mengembalikan perdamaian dan stabilitas adalah untuk melindungi hak-hak warga negara Mesir, yang mana negara wajib melakukannya," demikian pernyataan pemerintah Bahrain.
Sebelumnya, Raja Arab Saudi, Abdullah menyatakan mendukung kepemimpinan militer Mesir. Raja Saudi itu pun menyerukan bangsa Mesir untuk bersatu melawan upaya-upaya untuk merusak kestabilan Mesir.
"Kerajaan Arab Saudi, rakyat dan pemerintahnya hari ini mendukung saudara-saudara di Mesir untuk melawan terorisme," demikian disampaikan Raja Abdullah seperti dilansir Al-Jazeera, Sabtu (17/8/2013).
Raja Abdullah pun menyampaikan keyakinannya bahwa Mesir akan kembali pulih.
(ita/ita)











































