Pemimpin Venezuela itu seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (17/8/2013), juga menyerukan pemulihan situasi di Mesir. Seruan ini disampaikan Maduro setelah lebih dari 600 orang tewas dalam bentrokan antara para demonstran pro-Morsi dan aparat polisi Mesir.
Maduro pun menuding pemerintah Amerika Serikat dan Israel berada di balik penggulingan Morsi pada 3 Juli lalu. Bukan cuma itu, Maduro pun menuduh AS dan Israel terlibat dalam revolusi di negara-negara lainnya termasuk Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kondisi ini, Kementerian Dalam Negeri Mesir menginstruksikan penggunakan senjata jika terjadi serangan terhadap fasilitas atau bangunan milik pemerintah.
(ita/ita)











































