Mesir Memanas, Jerman Serukan Hentikan Kekerasan

Mesir Memanas, Jerman Serukan Hentikan Kekerasan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 14 Agu 2013 18:02 WIB
Mesir Memanas, Jerman Serukan Hentikan Kekerasan
Berlin, - Mesir kembali memanas. Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle mendesak para pendukung pemerintah interim Mesir dan pendukung presiden terguling Mohamed Morsi untuk menghentikan kekerasan.

Seruan ini disampaikan menyusul operasi mematikan yang dilancarkan aparat polisi terhadap para demonstran pro-Morsi di Kairo hari ini.

"Kami meminta semua kekuatan politik untuk segera kembali ke negosiasi dan mencegah eskalasi kekerasan," ujar Westerwelle kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (14/8/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertumpahan darah lebih jauh harus dicegah," imbuhnya seraya mengajak semua pihak untuk kembali ke proses politik yang mencakup semua kekuatan politik.

"Kami mendesak pemerintah interim dan otoritas Mesir untuk mengizinkan aksi protes damai, dan di saat yang sama, kami berharap pihak lainnya menjauhkan diri dari kekerasan, tidak menyerukan kekerasan dan tidak menggunakan kekerasan," tandas pejabat tinggi Jerman itu.

Mengenai situasi yang sangat berbahaya ini, Westerwelle mengatakan, pemerintah Berlin telah menyampaikan ekspektasi tersebut langsung kepada pemerintah Mesir.

Seruan ini disampaikan pemerintah Jerman menyusul operasi pembubaran demonstran yang dilancarkan aparat polisi di kamp Rabaa al-Adawiya dan kamp Al-Nahda di Kairo. Operasi ini dimulai aparat dengan mengepung para demonstran di kamp-kamp tersebut.

Menurut saksi mata, polisi melepaskan gas air mata ke arah para demonstran sehingga menimbulkan kekacauan. Bentrokan pun tak terhindarkan. Suara-suara tembakan juga ramai terdengar.

Menurut koresponden AFP, sejauh ini 43 orang telah ditemukan tewas dalam operasi tersebut. Sebagian besar korban tampaknya tewas akibat luka-luka tembakan. Namun menurut kelompok Ikhwanul Muslimin, sedikitnya 250 orang tewas dalam operasi tersebut. Tak ada konfirmasi dari otoritas Mesir mengenai jumlah korban jiwa tersebut.

(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads