Jessi Boulus tewas tertembak di bagian dada ketika berjalan di jalanan Kairo pada Selasa (13/8) waktu setempat. Saat itu, Jessi tengah dalam perjalanan pulang ke rumahnya usai mengikuti kelas alkitab di gereja setempat.
Insiden ini menjadi bukti semakin menegangnya hubungan antar kelompok minoritas Kristen dengan penganut muslim di Mesir. Kelompok minoritas Kristen menjadi korban kekerasan karena dianggap ikut bertanggung jawab atas pelengseran Morsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Impian setiap wanita adalah menjadi seorang ibu dan selama 10 tahun ini, saya beruntung telah menjadi seorang ibu. Saya akan merindukan Jessi yang memanggil saya ibu -- saya tahu saya tidak akan pernah mendengarnya lagi," imbuhnya.
"Jessi segalanya bagi kami. Pembunuhnya tidak tahu jika Jessi adalah hidup saya -- masa depan saya. Mereka membunuh masa depan saya. Saya hidup untuknya. Kami berdua hidup untuknya," ucap ayah Jessi menimpali.
Kedua orangtua Jessi meyakini, putri kesayangan mereka dibunuh karena agamanya. Keluarga ini sebenarnya berniat pindah keluar negeri melihat situasi Mesir yang tak kunjung kondusif. Namun kemudian mereka mengurungkan niat tersebut dan memutuskan tetap tinggal di Mesir karena itulah tanah air mereka.
Semenjak Morsi lengser, para pendukungnya terus menggelar aksi protes yang menuntut agar Morsi kembali berkuasa. Tak jarang, aksi protes ini berujung bentrokan maut. Bahkan, situasi konflik semakin meluas karena kelompok minoritas mulai menjadi sasaran penyerangan.
Pada 5 Juli lalu, atau beberapa saat setelah Morsi lengser, unjuk rasa berdarah menewaskan 4 warga penganut Kristen Koptik. Sekelompok orang yang marah membawa senjata seperti tongkat besi, pisau, tongkat kayu dan bahkan palu datang menyerang rumah-rumah warga penganut Kristen di Nagah Jassan.
Otoritas setempat menyebut, aksi ini dipicu oleh temuan mayat seorang pria muslim di wilayah pemukiman Kristen setempat. Warga dan tokoh agama setempat mengecam aparat yang dinilai bertindak setengah hati dalam mencegah konflik dan kekerasan yang terus berlangsung di Mesir.
(nvc/ita)











































