Dewan Muslim Sri Lanka menyatakan sepakat untuk menutup masjid di kawasan Grandpass, Colombo tersebut dan kembali menggunakan tempat ibadah lama, yang sebelumnya akan dihancurkan pemerintah sebagai bagian dari rencana pengembangan kota.
"Kami telah mencapai kesepakatan yang sifatnya kompromi semalam," kara Presiden Dewan Muslim Sri Lanka, N. M. Ameen kepada kantor berita AFP, Senin (12/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai sekarang, kami keluar dari masjid baru tersebut," tandasnya.
Sekelompok warga Buddha menyerang masjid baru tersebut pada Sabtu, 10 Agustus lalu. Massa melempari masjid di kawasan Grandpass tersebut dengan batu hingga melukai empat orang. Bentrokan-bentrokan sporadis juga terjadi pada Minggu, 11 Agustus meskipun aparat polisi berjaga-jaga di kawasan tersebut.
Warga Buddha setempat sejak awal menentang pembangunan masjid baru di dekat kuil Buddha tersebut. Meskipun masjid tersebut dibangun untuk menggantikan masjid lama yang akan dipugar demi pembangunan kota.
Sekitar 70 persen dari total 20 juta penduduk Sri Lanka adalah warga Buddha. Sementara warga muslim merupakan populasi terbesar kedua di negeri itu, yakni nyaris mencapai 10 persen dari total populasi Sri Lanka.
(ita/nrl)











































