Dalam komentarnya yang dipublikasikan melalui situsnya, Assange menyebut Presiden Obama sebenarnya telah mengakui peran Snowden sebagai whistleblower. Hal ini disampaikan Assange menyikapi pernyataan Obama yang mengumumkan rencana untuk memperketat pengawasan dan transparansi.
"Hari ini merupakan kemenangan bagi Edward Snowden dan para pendukungnya," ujar Assange seperti dilansir news.com.au, Senin (12/8/2013).
"Seperti yang pernah disampaikan Snowden, keprihatinan terbesarnya adalah jika dia meniup peluit namun perubahan tidak terjadi. Reformasi yang baik akan terjadi, dan untuk itu, presiden dan rakyat Amerika Serikat dan juga dunia berutang budi pada Edward Snowden," imbuhnya.
Snowden sendiri kini tengah berada di Moskow, Rusia setelah mendapat suaka selama 1 tahun dari pemerintah Rusia. Pemerintah AS berusaha memburu dan menangkap Snowden untuk diadili terkait dakwaan pembocoran dokumen negara.
Dalam konferensi pers terbaru, Obama menyebut Snowden bukanlah seorang patriot karena membocorkan rahasia negara dan program intelijen AS. Namun Assange menyatakan tidak sependapat dengan Obama.
Menurutnya, jika bukan karena Snowden maka tidak ada seorangpun yang tahu soal program intelijen yang menyimpang tersebut dan reformasi tidak akan terjadi. Assange juga mengkritik cara pemerintahan Obama menangani seorang whistleblower.
(nvc/ita)











































