Seperti dilansir Asia One, Kamis (1/8/2013), hal ini disampaikan PM Key dalam pembahasan perlunya diperkuat aturan tentang pemantauan aktivitas warga oleh badan intelijen setempat. PM Key menyebut, ancaman keamanan yang ada sangatlah nyata dan perlu ditanggapi segera.
"Di dunia nyata, di Selandia Baru, ada orang-orang yang dilatih di kamp Al-Qaeda," ujar PM Key kepada radio setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Key tidak menjelaskan lebih lanjut soal potensi ancaman Al-Qaeda di negaranya.
Aturan yang dibahas Key ini berkaitan dengan pelarangan yang diberlakukan bagi intelijen Selandia Baru, Biro Keamanan Komunikasi Pemerintah (GCSB). Saat ini, GCSB dilarang untuk melakukan kegiatan spionase terhadap warga Selandia Baru.
Key menginginkan agar larangan ini dicabut. Dia berdalih, diperlukan kerja sama yang lebih erat dengan lembaga-lembaga lain seperti kepolisian dan militer merujuk pada semakin kompleksnya situasi keamanan dunia maya saat ini.
Kubu Green Party menolak usulan Key tersebut dan menyebutnya hanya berusaha menakut-nakuti demi mencapai tujuannya sendiri. "John Key hanya berusaha menakuti rakyat Selandia Baru demi tujuannya mendorong aturan yang justru akan melucuti hak-hak rakyatnya sendiri," ucap wakil ketua Green Party, Russel Norman.
(nvc/ita)











































