Ledakkan Bom di Bandara China, Pria Berkursi Roda Ditahan

Ledakkan Bom di Bandara China, Pria Berkursi Roda Ditahan

- detikNews
Selasa, 30 Jul 2013 17:30 WIB
Ledakkan Bom di Bandara China, Pria Berkursi Roda Ditahan
Asia One/China Daily
Beijing - Seorang pria penyandang disabilitas di China ditangkap polisi karena meledakkan bom di bandara Beijing. Ledakan tersebut tidak berdampak besar dan hanya melukai tangan pria ini.

Ji Zhongxing yang lumpuh dan harus memakai kursi roda ini, meledakkan sebuah bom kecil pada 20 Juli lalu di bandara Beijing yang ramai orang. Seperti dilansir Asia One, Selasa (30/7/2013), ledakan ini menghancurkan tangan Ji dan melukai seorang petugas bandara.

Sejak saat itu, Ji menjalani perawatan di rumah sakit sambil dikawal ketat oleh polisi. Hingga pada Senin (29/7) kemarin, Ji akhirnya ditahan oleh polisi.

Pengacaranya, Liu Xiaoyuan menjelaskan, kliennya dijerat dakwaan pengeboman dan terancam hukuman 3-10 tahun penjara. Menurut Liu, ledakan tersebut tidak menimbulkan kerusakan besar.

"Ledakan tersebut tidak menimbulkan dampak serius, hanya meledak di tangannya sendiri," ujar Liu.

Secara terpisah, media setempat China National Radio melaporkan bahwa Ji telah mengakui perbuatannya. Ji mengaku menyiapkan dan meledakkan bom tersebut.

Dalam insiden yang terjadi 20 Juli tersebut, Ji terang-terangan memegang bom rakitan di tangannya sambil memperingatkan orang-orang di bandara untuk menyingkir sebelum dirinya meledakkan bom tersebut. Hal tersebut dilakukan Ji dalam rangka memprotes kebrutalan polisi kepadanya.

Pada tahun 2005 lalu, Ji yang mantan sopir ini mengalami tindak penganiayaan oleh polisi hingga lumpuh. Selama bertahun-tahun, Ji memperjuangkan ganti rugi atas kondisi dirinya. Dia bahkan telah mengajukan keluhan resmi dan menggugat kompensasi namun semuanya gagal.

Otoritas setempat hanya memberikan bantuan finansial sebesar 100 ribu yuan atau setara Rp 167 juta kepada Ji. Mereka juga menyebutkan bahwa Ji hanya mengalami kecelakaan di jalan dan tidak ada bukti adanya penganiayaan oleh polisi.

(nvc/ita)


Berita Terkait