Ratusan pekerja McDonald's, Burger King dan Wendy's tersebut menuntut kenaikan upah minimum dari US$ 7,25 per jam menjadi US$ 15 per jam. Demikian seperti diberitakan CBS News, Selasa (30/7/2013).
"Suasananya ribut, sangat panas, cepat, mereka membuat kami terburu-buru. Bahkan kadang-kadang kami tak mendapat istirahat. Semua itu cuma demi US$ 7,25? Itu gila!" seru Nathalia Sepulveda yang bekerja di resto McDonald's, yang terletak di seberang gedung stadion Yankee Stadium di Bronx.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi-aksi mogok kerja serupa telah direncanakan di seluruh Amerika pekan ini. Aksi tersebut diorganisir oleh kelompok kampanye Fast Food Forward, yang diluncurkan tahun lalu. Tujuannya, untuk mengatasi upah kerja yang stagnan dan proliferasi pekerja berupah rendah seiring Amerika tengah berupaya pulih dari resesi.
"Aksi-aksi para pekerja ini akan mengangkat seluruh New York City," tutur direktur kampanye Fast Food Forward, Jonathan Westin.
"Jika mereka memiliki lebih banyak uang di saku mereka, mereka akan menghabiskannya di sini, membantu meningkatkan seluruh perekonomian," tandasnya.
Kabarnya, aksi-aksi mogok serupa juga akan digelar di Chicago; Detroit; Flint, Michigan; Kansas City, Missouri; Milwaukee; dan St. Louis di berbagai outlet waralaba Burger King, Domino's, KFC, McDonald's dan Wendy's.
(ita/ita)










































