Kematian pemuda bernama Bassil Hijazi yang merupakan anggota geng motor Comanchero ini diduga merupakan aksi balas dendam. Sekitar dua minggu lalu, atau pada 11 Juli, Hijazi berhasil selamat dalam aksi penembakan di jalanan Albyn Street, Bexley.
Pada Senin (29/7) malam, Hijazi kembali menjadi korban penembakan di lokasi yang hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi sebelumnya. Kali ini, pemuda berumur 19 tahun ini tewas dengan sejumlah luka tembak di tubuhnya. Demikian seperti dilansir news.com.au, Selasa (30/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut saksi mata, Hijazi sempat terlihat berlari keluar mobil hingga ke jalanan. Namun akhirnya dia tergeletak berlumuran darah. Ketika dilarikan ke rumah sakit, Hijazi dinyatakan telah meninggal dunia.
Kepolisian setempat menduga, penembakan ini merupakan aksi balas dendam antar dua geng motor setempat. Polisi menduga, kasus ini berkaitan dengan kematian dua anggota geng motor Hells Angels.
Seorang tetangga yang juga teman Hijzi mengomentari insiden ini. Menurut Hussein Abdallah, dirinya sempat mendengar suara tembakan sebanyak 6 kali saat kejadian.
"Dia terlibat dengan hal bodoh, Anda harus bersiap untuk mati jika terlibat hal semacam itu," tuturnya.
(nvc/ita)











































