Seperti dilansir nydailynews.com, Senin (28/7/2013), insiden ini terjadi di sebuah rumah di wilayah Marigny, New Orleans, milik seorang warga bernama Merritt Landry. Pria berusia 33 tahun ini menembak seorang remaja yang berusaha menerobos masuk ke dalam rumahnya.
Kepada aparat dan rekan-rekannya, Landry mengaku dirinya terpaksa melepas tembakan karena mengkhawatirkan keselamatannya. Landry mengira bahwa Coultery membawa senjata api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, remaja bernama Marshall Coulter ini mengalami luka parah karena tertembak di bagian kepala. Coulter tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat dalam kondisi kritis.
Keluarga Coulter menuturkan, ABG ini hanya bisa menggerakkan organ tubuh bagian kanannya saja. Jika berhasil selamat, kemungkinan besar Coutler mengalami kerusakan otak parah.
Sementara itu, Landry dijerat dengan percobaan pembunuhan oleh aparat setempat. Menurut surat perintah penangkapan, Landry telah menembak remaja tersebut tepat di kepalanya.
Seorang sumber dari kepolisian setempat menuturkan, Coulter sebenarnya tidak memberikan ancaman apapun kepada Landry maupun keluarganya. Remaja ini memang pernah terlibat sejumlah kasus perampokan, namun keluarganya menyatakan, Coulter tidak pernah terlibat perampokan bersenjata sebelumnya.
(nvc/ita)











































