"Kami mengajak satu juta orang untuk berdemo di bawah banner "Martir Kudeta" pada Selasa," demikian pernyataan kelompok Aliansi Islamis Antikudeta yang mengorganisir aksi demo tersebut.
Kelompok pro-Morsi itu menyerukan warga Mesir untuk "pergi ke jalan-jalan dan lapangan, untuk merebut kembali kebebasan dan martabat mereka -- yang dirampas oleh kudeta berdarah -- dan demi hak-hak para martir yang dibunuh dengan peluru-peluru."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seruan aksi protes sejuta umat ini disampaikan setelah setidaknya 72 orang tewas saat aksi demo pro-Morsi di Kairo pada Sabtu, 27 Juli pagi waktu setempat.
Para pendukung Morsi menuding aparat keamanan Mesir menggunakan peluru asli terhadap para demonstran tak bersenjata. Namun Kementerian Dalam Negeri Mesir membantah hal tersebut. Disebutkan bahwa aparat keamanan Mesir hanya menggunakan gas air mata terhadap para demonstran di Sabtu tersebut.
Kelompok itu juga mengajak para demonstran untuk berunjuk rasa ke gedung-gedung keamanan di provinsi-provinsi wilayah Mesir. Tujuannya, untuk mengecam aksi-aksi kriminal dan penembakan yang dilakukan aparat keamanan Mesir terhadap para demonstran damai saat kejadian Sabtu tersebut.
(ita/nrl)











































