Pejabat Departemen Luar Negeri AS, William Burns seperti dilansir Press TV, Jumat (26/7/2013) menyampaikan hal tersebut kepada para anggota parlemen AS dalam pertemuan Senat dan DPR AS.
Selama ini, Washington tampak berhati-hati mengomentari penggulingan Morsi. Namun dengan adanya kepastian bahwa pemerintahan Barack Obama tak akan menyebutnya sebagai kudeta, maka hal ini bisa menjadi jalan bagi pemerintah AS untuk terus memberikan dana bantuan tahunan senilai US$ 1,5 miliar bagi Mesir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancara dengan Press TV, analis politik AS Michael Burns mengatakan, pemerintah AS mencoba melindungi kepentingan Israel terkait kekacauan di Mesir. "Sehubungan dengan Mesir, kami mencoba melindungi kepentingan Israel," tuturnya.
Gedung Putih khawatir bahwa penghentian dana untuk Mesir bisa mengganggu program-program yang membantu mengamankan Israel.
Pemerintah AS memberikan bantuan tahunan senilai US$ 1,5 miliar untuk Mesir, negara penerima bantuan AS terbesar kedua di dunia setelah Israel. Terhitung sejak tahun 1948, pemerintah Mesir telah menerima lebih dari US$ 70 miliar bantuan militer dan ekonomi dari AS.
(ita/nrl)











































