Kantor pemeriksa medis New York City, OCME menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/7/2013), keempat orang tersebut tewas saat cuaca panas melanda New York pekan lalu.
Keempatnya meninggal akibat hipertermia, kondisi yang terjadi ketika tubuh menyerap lebih banyak panas daripada yang bisa dilepaskan tubuh.
Keempat korban terdiri dari dua wanita berumur 81 dan 83 tahun yang meninggal pada Sabtu, 20 Juli waktu setempat. Serta dua pria berumur 78 dan 88 tahun yang meninggal sehari sebelumnya, juga karena hipertermia.
Pekan lalu, cuaca panas melanda wilayah New York selama tujuh hari. Saat itu, suhu udara bahkan bisa mencapai maksimum 42,7 derajat Celcius.
Gelombang panas itu mulai mereda pada Minggu, 21 Juli waktu setempat dan temperatur terus turun pada Senin, 22 Juli waktu setempat, hingga mencapai 27 derajat Celcius.
(ita/nrl)











































