Menurut sumber-sumber keamanan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/7/2013), tiga orang tewas dalam bentrokan di provinsi Qalyub, sebelah utara ibukota Kairo. Satu orang lagi meninggal di rumah sakit setelah terkena tembakan saat bentrokan massa di dekat Lapangan Tahrir di Kairo.
Menurut paramedis, setidaknya 26 orang terluka dalam kerusuhan tersebut. Dalam peristiwa yang terjadi pada Senin, 22 Juli waktu setempat itu, kubu pendukung dan penentang Morsi awalnya saling lempar batu.
Namun kemudian keadaan memanas dan terdengar suara-suara tembakan. Polisi pun menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran yang bertikai tersebut.
Aksi-aksi demo terus terjadi di Mesir, bahkan terus menelan korban jiwa. Sejak penggulingan Morsi, lebih dari 100 orang telah tewas dalam serangkaian bentrokan berdarah antara para pendukung dan penentang Morsi, juga dengan aparat keamanan Mesir.
Morsi digulingkan oleh militer Mesir pada 3 Juli lalu. Kepala militer Mesir Jenderal Abdel Fattah al-Sisi mengumumkan, hakim Mahkamah Konstitusi Tertinggi, Adly Mansour sebagai presiden interim Mesir untuk menggantikan Morsi.
(ita/ita)











































