Demikian disampaikan kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (16/7/2013).
"Sembilan warga negara, termasuk seorang anak, ditembak mati oleh pasukan rezim dekat kota Qara, di wilayah Qalamun, provinsi Damaskus, kemarin (Senin) malam," demikian menurut NGO tersebut.
Menurut Observatory yang mengutip para aktivis setempat, kesembilan korban itu "dieksekusi" di pos pemeriksaan militer di wilayah tersebut.
Gambar video yang direkam dan didistribusikan oleh Observatory memperlihatkan jasad-jasad tergeletak di lantai sebuah ruangan. Beberapa dari mereka terlihat tertembak di bagian kepala, yang lainnya di bagian dada.
Sementara itu di provinsi Homs, para anggota milisi pro-rezim Suriah membunuh 7 anggota komite rekonsiliasi di desa Hajar Abyad. Observatory pun mendistribusikan sebuah video yang memperlihatkan kantong-kantong jenazah berwarna hitam yang diberi label nama-nama korban.
Krisis yang terjadi di Suriah telah berlangsung sejak Maret 2011 lalu. Menurut Observatory, lebih dari 100 ribu orang telah tewas selama konflik yang diawali dengan aksi demo menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad tersebut.
(ita/nrl)











































