Insiden ini menimbulkan keraguan baru soal kemampuan dan profesionalisme militer Afghan, seiring 100 ribu pasukan asing yang masih berada di negeri itu, dijadwalkan angkat kaki dari sana tahun 2014 mendatang.
Tentara Afghan tersebut ditangkap pada Selasa, 9 Juli lalu setelah menembaki pasukan asing. Seorang tentara NATO yang berasal dari Slovakia tewas dalam insiden itu. Enam prajurit NATO lainnya luka-luka dalam serangan di pangkalan militer di provinsi Kandahar, Afghanistan setelah itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seorang tentara Afghan yang melepas tembakan ke tentara-tentara Slovakia pekan lalu, telah kabur dari penjara," kata Jenderal Abdul Hameed, komandan militer Afghan di wilayah Afghan selatan seperti dikutip kantor berita KSenin (15/7/2013).
Dikatakannya, seorang tentara Afghan lainnya yang ditugaskan berjaga di sel prajurit tersebut, telah membantu pelarian diri ini dan dia juga ikut kabur.
Keduanya berhasil meninggalkan pangkalan setelah berpura-pura bahwa tentara yang ditahan menderita sakit dan perlu dibawa ke rumah sakit militer.
Atas insiden ini, pihak ISAF/NATO sangat yakin bahwa tentara tersebut akan segera ditangkap kembali. "Kami memiliki keyakinan penuh pada mitra-mitra Afghan kami, bahwa mereka akan melakukan penyelidikan, mereka akan mampu membawa kembali orang ini ke penjara," kata juru bicara ISAF Brigjen Heinz Feldmann.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghan, Jenderal Zahir Azimi membenarkan bahwa penyelidikan atas insiden ini tengah dilakukan.
Sementara itu kelompok militan Taliban mengklaim, tentara Afghan yang ditahan itu memiliki kaitan dengan Taliban. Disebutkan pula bahwa pria bernama Isanullah itu dibantu oleh seorang rekan prajuritnya untuk melarikan diri dari penjara.
(ita/nrl)











































