Ini berarti sepanjang Juli ini saja, sudah sekitar 380 orang yang tewas akibat rentetan serangan di negeri itu.
Rangkaian serangan bom di Irak tengah, timur dan selatan pada Minggu, 14 Juli malam waktu setempat itu, juga melukai puluhan orang lainnya. Demikian seperti diberitakan kantor berita News.com.au, Senin (15/7/2013).
Ledakan-ledakan bom pada hari yang sama itu termasuk ledakan bom mobil dekat sebuah toko roti, yang menewaskan 9 orang dan melukai 42 orang lainnya di kota Kut, Irak timur. Sementara serangan bom mobil lainnya melukai dua polisi di kota Hilla.
Kemudian ledakan bom mobil di sebuah pasar di kota Karbala menewaskan 4 orang dan melukai 19 orang lainnya. Di kota Basra, Irak selatan, ledakan-ledakan bom menewaskan setidaknya 8 orang dan melukai 35 orang lainnya.
Semua serangan bom itu menargetkan warga Syiah. Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas rentetan serangan bom tersebut. Namun pejabat-pejabat Irak selama ini kerap menyebutkan bahwa para pelaku pengeboman merupakan militan-militan yang terkait Al-Qaeda.
Serangan-serangan di Irak rata-rata menewaskan 27 orang per hari sejak awal Juli ini. Menurut data pemerintah setempat, lebih dari 2.800 orang telah tewas akibat berbagai serangan di wilayah-wilayah Irak sejak awal April lalu.
(ita/nrl)











































