Sersan Staf Senior Iskandar Rahmat (34) yang pernah meraih gelar polisi teladan ini, dijerat dakwaan pembunuhan ganda oleh pengadilan setempat. Iskandar didakwa membunuh seorang pemilik showroom mobil, Tan Boon Sin (67) dan putranya, Tan Chee Heong (42).
Seperti dilansir AFP, Senin (15/7/2013), korban yang lebih tua ditemukan tewas dibacok di kediamannya. Sedangkan jasad korban yang lebih muda ditemukan di lokasi sejauh 1 kilometer dari kediamannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai melakukan aksi keji tersebut, Iskandar kabur ke Malaysia dengan menggunakan motor. Namun tak dibutuhkan banyak waktu untuk menangkapnya dan kemudian dipulangkan ke Singapura.
"Satuan kepolisian dan setiap personel kepolisian menyesalkan aksi yang dilakukan seorang individu kepolisian ini. Kami sekarang telah menangkap Iskandar dan kami akan mengadilinya secara setimpal. Dia merupakan tersangka pembunuhan dan akan menerima konsekuensi yang patut diterimanya atas kejahatan keji yang dilakukannya," ujar Kepala Kepolisian setempat, Ng Joo Hee.
Motif pembunuhan ini masih belum diketahui pasti. Namun sejumlah media setempat melaporkan, veteran polisi selama 14 tahun ini bangkrut dan tengah dalam penyelidikan karena tidak melaporkan masalah finansialnya kepada atasannya. Iskandar dilarang membawa senjata api selama penyelidikan tersebut berlangsung.
Juru bicara kepolisian setempat menuturkan, Iskandar pernah menangani kasus pencurian yang dilaporkan oleh korban bernama Tan Boon Sin tersebut pada November 2012 lalu. Namun di tengah-tengah penyelidikan, Iskandar dimutasi ke bagian lain.
Kasus ini mengejutkan Singapura yang dihuni 5,3 juta jiwa penduduk dan selama ini tercatat memiliki tingkat kejahatan yang rendah. Menurut statistik pemerintah setempat, jumlah kasus pembunuhan di Singapura pada tahun 2012 lalu mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
(nvc/ita)










































