Dikutip dari www.nytimes.com, Sabtu (13/7/2013), penyidik kecelakaan udara mulai melakukan investigasi untuk memastikan penyebab terjadinya kebakaran tersebut.
Proses investigasi itu melibatkan para peneliti dari Inggris selaku pemimpin penyelidikan dan tim dari Boeing.
Perwakilan dari maskapai dan dari dua instansi pemerintah Amerika yaitu Federal Aviation Administration dan National Transportation Safety Board juga turut andil dalam proses investigasi.
Sebelumnya diberitakan, Pesawat Boeing 787 Dreamliner terbakar di Bandara Heathrow, Inggris, Jumat kemarin. Bandara Heathrow sempat ditutup ketika petugas pemadam berupaya memadamkan api di pesawat. Pihak maskapai mengatakan pesawat telah diparkir selama lebih dari delapan jam sebelum asap terdeteksi.
(rvk/slm)











































