Jamal Juliani (17) dan tiga sepupunya menjadi korban penyerangan belasan remaja Israel, pada Agustus 2012 lalu. Serangan ini terjadi di Zion Square, sebuah distrik hiburan di Yerusalem bagian barat.
Demikian seperti dilansir AFP, Senin (8/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Delapan pelaku, yang tujuh orang di antaranya masih di bawah umur, ditangkap polisi. Tiga pelaku di antaranya divonis bersalah oleh pengadilan distrik Yerusalem pada Minggu (7/7) waktu setempat.
Ketiga remaja yang masih berusia 16 tahun tersebut divonis masing-masing 1 bulan penjara, 3 bulan penjara dan 8 bulan penjara. Perbedaan masa hukuman mereka didasarkan pada keterlibatan mereka dalam kasus ini.
Nama ketiga remaja ini tidak bisa disebutkan karena usia mereka yang masih di bawah umur.
"Para pelaku menemukan korban yang tidak bersalah, yang kesalahannya hanya karena mereka pemuda Arab, dan kelompok pemuda (Israel) memukuli salah satu dari mereka hingga nyaris tewas," ujar Hakim Jacob Zaban dalam putusannya.
"Para pelaku menganggap Julani bukan sebagai manusia, tapi sebagai obyek yang bisa mereka perlakukan sesuka mereka," imbuhnya.
Kasus ini sempat mengejutkan pemerintah Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Shimon Peres mengutuk keras serangan ini. Sedangkan Ketua Parlemen Israel Reuven Rivlin megunjungi Julani di rumah sakit dan meminta maaf.
(nvc/mpr)











































