Hal ini disampaikan Ikhwanul setelah puluhan pendukungnya tewas ditembak dalam unjuk rasa menentang penggulingan Mohamed Morsi.
"Para pendukung Morsi sedang salat ketika polisi dan tentara menembakkan peluru dan gas air mata ke mereka. Ini menyebabkan sekitar 35 orang tewas dan angka tersebut kemungkinan akan bertambah," demikian pernyataan Ikhwanul sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayap politik Ikhwanul, Partai Kebebasan dan Keadilan menyerukan "perlawanan oleh rakyat Mesir yang hebat terhadap mereka yang mencoba mencuri revolusi mereka dengan tank-tank."
Partai tersebut juga mendesak "komunitas internasional dan kelompok-kelompok internasional serta semua warga bebas dunia untuk mengintervensi guna menghentikan pembantaian lebih jauh... dan mencegah Suriah baru di dunia Arab."
Sebelumnya pada Rabu, 3 Juli larut malam waktu setempat, militer Mesir menyatakan berakhirnya kekuasaan Morsi. Jenderal Sisi pun mengumumkan ketua Mahkamah Konstitusi Adly Mansour sebagai presiden sementara.
Sisi juga menyerukan digelarnya kembali pemilihan presiden dan parlemen di Mesir. Pengumuman ini mendapat sambutan meriah sebagian rakyat Mesir di berbagai wilayah. Warga yang berkumpul di jalan-jalan bersorak-sorai dan menggelar pesta kembang api untuk merayakan kejatuhan Morsi.
(ita/nrl)











































