Sebelumnya, Ikhwanul menyatakan pihaknya akan memboikot proses politik baru di negeri itu menyusul kejatuhan Morsi. Ikhwanul juga mengajak para pendukungnya untuk tidak berpartisipasi dalam perkembangan politik saat ini.
"Kami menyampaikan penolakan keras kami atas kudeta militer yang dilakukan terhadap presiden terpilih dan menolak untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan bersama otoritas perampas kekuasaan," demikian pernyataan Ikhwanul yang dibacakan ulama Abdel-Rahman el-Barr kepada para pendukung Morsi di Kairo seperti dilansir Press TV, Jumat (5/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Rabu, 3 Juli larut malam waktu setempat, militer Mesir menyatakan berakhirnya kekuasaan Morsi. Jenderal Sisi pun mengumumkan ketua Mahkamah Konstitusi Adly Mansour sebagai presiden sementara.
Sisi juga menyerukan digelarnya kembali pemilihan presiden dan parlemen di Mesir. Pengumuman ini mendapat sambutan meriah rakyat Mesir di berbagai wilayah. Warga yang berkumpul di jalan-jalan bersorak-sorai dan menggelar pesta kembang api untuk merayakan kejatuhan Morsi.
(ita/ita)










































