Iran Peringati 25 Tahun Serangan Rudal AS yang Tewaskan 290 Orang

Iran Peringati 25 Tahun Serangan Rudal AS yang Tewaskan 290 Orang

- detikNews
Kamis, 04 Jul 2013 16:19 WIB
Iran Peringati 25 Tahun Serangan Rudal AS yang Tewaskan 290 Orang
Teheran, - Bangsa Iran memperingati 25 tahun peristiwa jatuhnya pesawat penumpang Iran akibat serangan rudal Amerika Serikat tahun 1988 lalu. Sebanyak 290 penumpang dan kru pesawat tewas dalam peristiwa tersebut.

Acara peringatan diadakan oleh Organisasi Kebudayaan dan Hubungan Islam di Teheran pada Rabu (3/7) waktu setempat. Acara itu dihadiri juga oleh para pejabat tinggi Angkatan Darat dan Angkatan Udara Iran. Bahkan atase militer dari Italia, India, dan Pakistan juga turut hadir.

Dalam acara itu, pejabat militer Iran memberikan detail yang membuktikan kapten kapal perang AS telah melakukan kesalahan fatal dengan memerintahkan penembakan pesawat penumpang Iran itu. Pihak Iran pun menuntut tanggungjawab dari pihak AS untuk menghukum kapten kapal AS yang memerintahkan serangan rudal tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan peraturan dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, Amerika bertanggungjawab terhadap insiden dan para korban," kata Komandan Pangkalan Pertahanan Udara Khatam Al Anbiya, Brigadir Jenderal Farzad Esmaili, seperti dilansir media Iran, Press TV, Kamis (4/7/2013).

Farzad mengungkapkan, pihak AS tak pernah bersedia bertanggungjawab atas insiden mengerikan tersebut. Meskipun pemerintah AS telah memberikan kompensasi kepada para korban. Namun pihak Iran tak puas.

"Mereka (AS) telah membayar (kompensasi) untuk para korban dan pesawatnya, tapi mereka tak pernah bersedia bertanggungjawab atas insiden itu. Karena kehadiran kapal perang AS di Teluk Persia adalah ilegal, maka segala konsekuensi dari kehadiran tersebut juga ilegal," tegas Farzad.

Dalam peringatan tersebut, masyarakat Iran juga melemparkan bunga-bunga ke laut Teluk Persia, sebagai tanda haru atas kejadian 25 tahun lalu.

Pesawat nahas yang meledak diterjang rudal AS pada tahun 1988 itu adalah jenis Airbus A 300. Pesawat tersebut membawa 274 penumpang dan 16 awak dari Bandar Abbas, Iran menuju Dubai. Namun malang, pesawat tersebut diterjang rudal dari kapal perang USS Vincennes.

Usai kejadian saat itu, pejabat AS mengklaim kapal perangnya salah mengira pesawat penumpang Iran sebagai pesawat tempur F-14 milik Iran. Washington pun kemudian membayar US$ 95 juta sebagai kompensasi untuk korban pesawat salah tembak itu. Namun sentimen anti-AS tetap tidak reda.

Rakyat Iran menuntut agar Kapten Kapal USS Vincennes bernama William Rogers bertanggung jawab atas tindakan kriminal itu. Alih-alih mendapat hukuman, Rogers kemudian justru diberi penghargaan medali prestisius Legion of Merit atas pengabdiannya yang luar biasa.


(dnu/ita)


Berita Terkait