Ironisnya, Mansour merupakan politisi yang ditunjuk Morsi untuk duduk di kursi tertinggi lembaga penegak hukum di Mesir tersebut. Sebelum ditunjuk sebagai presiden sementara, Mansour baru dua hari ini menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi.
Dilansir dari Aljazeera, Kamis (4/7/2013), sosok Mansour yang disukai pihak militer ini, merupakan lulusan dan peraih beasiswa dari institusi pendidikan Prancis, Ecole Nationale de l'Administration.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berumur 67 tahun itu juga pernah bekerja di pengadilan agama negeri. Pengadilan semacam itu melaksanakan peradilan sesuai fatwa agama Islam. Ayah beranak tiga ini sudah sangat berpengalaman menjadi hakim sejak era Presiden Hosni Mubarak.
Dulunya, Mansour juga pernah mensupervisi Undang-Undang Pemilu yang kemudian menjadikan Morsi sebagai Presiden Mesir pada 2012 silam. Kini, namanya melambung menjadi Presiden Mesir, setidaknya untuk sementara waktu hingga pemilu kembali digelar di negeri itu.
(dnu/ita)











































