Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/7/2013), penyerbuan dilakukan saat stasiun televisi ini sedang melakukan penyiaran gambar. Ada sejumlah staf Al Jazeera yang ditahan dalam peristiwa ini. Pihak militer menduga stasiun TV ini berpihak kepada Morsi.
Informasi mengenai penyerbuan ini masih simpang siur. Namun sejumlah media, termasuk blog yang ada di website Al Jazeera, menyebut produser, narasumber serta presenter stasiun ini telah ditahan.
Tidak beberapa lama usai kejatuhan Morsi, situasi Mesir memang dipenuhi dengan bentrokan. Sejumlah warga pendukung Morsi dengan membawa senjata menyerbu markas pasukan keamanan. 4 Orang tewas dan 10 orang terluka akibat bentrokan ini.
Menteri Pertahanan Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengumumkan penggulingan Morsi dari kursi kepresidenan. Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir ditunjuk untuk menjadi pemimpin sementara hingga pemilu kembali digelar.
(mok/mok)











































