"Today: Ouster or Resignation," demikian judul artikel di halaman depan surat kabar milik pemerintah, Al-Ahram seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (3/7/2013).
"The End," demikian ditulis harian independen Al-Watan dalam headline, yang juga diikuti sebagian besar surat kabar milik pemerintah ataupun independen lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan itu disampaikan Morsi beberapa jam sebelum berakhirnya deadline, yang diterapkan militer bagi Morsi untuk menemukan solusi atas krisis ini. Jika Morsi tidak memenuhi ultimatum ini, militer Mesir akan melakukan intervensi dengan melaksanakan rencananya sendiri.
Sebelumnya pada Minggu, 30 Juni waktu setempat, jutaan demonstran tumpah-ruah ke jalan-jalan di berbagai wilayah Mesir untuk menuntut pengunduran diri Morsi.
Morsi yang terpilih secara demokratis itu dianggap tidak memenuhi janji-janji reformasinya. Pemimpin yang baru menjabat satu tahun itu, juga dituding lebih memprioritaskan kepentingan kelompoknya, Ikhwanul Muslimin.
(ita/nrl)











































