"Seluruh warga Kuwait di Mesir harus pergi secepatnya dikarenakan perkembangan dan kejadian-kejadian di berbagai wilayah negeri," demikian disampaikan kantor berita resmi Kuwait, KUNA yang mengutip Duta Besar Kuwait di Meksiko, Rasheed al-Hamad.
Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (3/7/2013), Dubes tersebut juga mengingatkan warga Kuwait untuk menunda perjalanan ke Mesir dikarenakan situasi yang tidak stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Krisis yang berlangsung di Mesir telah menelan sejumlah korban jiwa. Sekelompok pria tak dikenal menyerang para pendukung Presiden Mohamed Morsi yang tengah menggelar demonstrasi di Kairo, ibukota Mesir. Akibatnya, 16 orang tewas dan sekitar 200 orang lainnya luka-luka.
Sebelumnya pada Selasa, 2 Juli waktu setempat, tujuh orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam bentrokan antara para pendukung dan penentang Morsi di distrik Guizeh, Kairo selatan. Bentrokan serupa juga terjadi di kawasan Helwan, Kairo dan provinsi Beheira, Mesir utara.
Para penentang Morsi kembali membanjiri jalan-jalan di Kairo pada Selasa, 2 Juli untuk mendesaknya mundur. Sebelumnya pada Minggu, 30 Juni waktu setempat, jutaan demonstran tumpah-ruah ke jalan-jalan di berbagai wilayah Mesir untuk menuntut pengunduran diri Morsi.
(ita/nrl)










































