Mesir Memanas, Juru Bicara Presiden Ikut Mengundurkan Diri

Mesir Memanas, Juru Bicara Presiden Ikut Mengundurkan Diri

- detikNews
Rabu, 03 Jul 2013 12:49 WIB
Mesir Memanas, Juru Bicara Presiden Ikut Mengundurkan Diri
aksi demo di Lapangan Tahrir, Kairo (Reuters)
Kairo, - Mesir terus bergolak. Para pejabat pemerintahan Mesir ramai-ramai mengajukan pengunduran diri. Kini bertambah lagi pejabat pemerintah yang mundur mengikuti jejak para menteri kabinet dan anggota parlemen, yang telah lebih dulu mengundurkan diri.

Juru bicara presiden Ehab Fahmy dan juru bicara kabinet Mesir, Alaa al-Hadidi juga memutuskan untuk meletakkan jabatan mereka. Seorang penasihat militer dan seorang gubernur juga mengundurkan diri. Demikian diberitakan media lokal Mesir seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (3/7/2013).

Sebelumnya diberitakan, setidaknya 11 menteri jajaran pemerintahan Mesir telah mengajukan surat pengunduran diri. Surat pengunduran diri tersebut diajukan kepada Perdana Menteri Mesir Hisham Qandil sejak Senin (1/7) kemarin. Namun tidak disebutkan seluruh nama menteri yang mengundurkan diri tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya beberapa yang disebutkan, seperti Menteri Pariwisata Hisham Zazou, Menteri Negara Urusan Lingkungan Hidup Khaled Abdel-Aal, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Atef Helmi, Menteri Negara Urusan Parlemen dan Hukum Hatem Bagato, serta Menteri Perairan Abdel Qawy Khalifa. Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Mohammed Kamel Amr kemudian juga ikut mengundurkan diri.

Pengunduran diri massal ini terjadi di tengah berlangsungnya unjuk rasa menentang Presiden Mohamed Morsi. Jutaan demonstran menuntut Presiden Morsi lengser dari jabatan yang baru setahun dipegangnya. Morsi dituding lebih memprioritaskan kepentingan Ikhwanul Muslimin daripada kepentingan rakyat banyak.

Sementara itu, delapan anggota parlemen Mesir juga melakukan hal serupa. Mereka memutuskan mundur dari parlemen demi mendukung rakyat yang mendesak Presiden Morsi mundur.

Salah satu anggota parlemen, Suzy Adly menuturkan alasan pengunduran dirinya karena pemerintah tidak menanggapi permintaan rakyat untuk menggelar pemilu lebih awal.

"Saya ingin memprotes pertumpahan darah di Mesir dan pemerintah sama sekali tidak merespons jutaan rakyat Mesir yang meluapkan kemarahannya," tandas Adly seperti dikutip Al Ahram.

(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads