Juru bicara presiden Ehab Fahmy dan juru bicara kabinet Mesir, Alaa al-Hadidi juga memutuskan untuk meletakkan jabatan mereka. Seorang penasihat militer dan seorang gubernur juga mengundurkan diri. Demikian diberitakan media lokal Mesir seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (3/7/2013).
Sebelumnya diberitakan, setidaknya 11 menteri jajaran pemerintahan Mesir telah mengajukan surat pengunduran diri. Surat pengunduran diri tersebut diajukan kepada Perdana Menteri Mesir Hisham Qandil sejak Senin (1/7) kemarin. Namun tidak disebutkan seluruh nama menteri yang mengundurkan diri tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengunduran diri massal ini terjadi di tengah berlangsungnya unjuk rasa menentang Presiden Mohamed Morsi. Jutaan demonstran menuntut Presiden Morsi lengser dari jabatan yang baru setahun dipegangnya. Morsi dituding lebih memprioritaskan kepentingan Ikhwanul Muslimin daripada kepentingan rakyat banyak.
Sementara itu, delapan anggota parlemen Mesir juga melakukan hal serupa. Mereka memutuskan mundur dari parlemen demi mendukung rakyat yang mendesak Presiden Morsi mundur.
Salah satu anggota parlemen, Suzy Adly menuturkan alasan pengunduran dirinya karena pemerintah tidak menanggapi permintaan rakyat untuk menggelar pemilu lebih awal.
"Saya ingin memprotes pertumpahan darah di Mesir dan pemerintah sama sekali tidak merespons jutaan rakyat Mesir yang meluapkan kemarahannya," tandas Adly seperti dikutip Al Ahram.
(ita/nrl)











































