Dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional, Morsi menegaskan dirinya akan mempertahankan legitimasi kepemimpinannya, bahkan jika perlu dengan nyawanya sekalipun.
"Ini presiden yang mengancam rakyatnya sendiri," cetus Mohammed Abdelaziz, pemimpin gerakan Tamarod seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (3/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak menganggap dia presiden Mesir," tegas Abdelaziz pada sebuah saluran televisi Mesir.
Dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional, Morsi bertekad untuk berkomitmen pada proses demokrasi yang membuatnya terpilih menjadi presiden. Ditegaskannya, setiap upaya untuk melanggar konstitusi tak bisa diterima.
"Rakyat memilih saya dalam pemilihan yang bebas dan adil," tegas Morsi seraya menekankan dirinya akan terus memikul tanggung jawab sebagai pemimpin baru Mesir.
Morsi juga menuding para pendukung rezim terguling Hosni Mubarak mencoba menimbulkan kekacauan dan kekerasan. Morsi pun menegaskan, dirinya siap mengorbankan hidupnya untuk membela legitimasi dirinya.
Atas krisis yang melanda Mesir, Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah menelepon Morsi. Obama mengingatkan Morsi bahwa suara rakyat Mesir harus didengarkan. Pemerintah AS merupakan pendonor bantuan militer bagi Mesir.
(ita/nrl)











































