Menurut kantor berita Mesir, MENA dan dilansir AFP, Selasa (1/7/2013). Amr telah menyerahkan surat pengunduran dirinya. Tidak disebutkan alasan pengunduran dirinya.
Sebelumnya, 10 menteri jajaran pemerintahan Mesir telah mengajukan surat pengunduran diri. Begitu pula dengan delapan anggota parlemen Mesir yang mundur di tengah maraknya aksi-aksi demo di berbagai wilayah Mesir.
Pengunduran diri massal jajaran kementerian ini merupakan pukulan lebih jauh bagi Presiden Morsi, yang sebelumnya telah diberi ultimatum oleh militer Mesir. Militer mengultimatum Morsi untuk menyelesaikan krisis politik ini dalam waktu 48 jam, jika tidak, militer akan mengambil tindakan intervensi.
Presiden Morsi telah menolak ultimatum tersebut. Morsi menegaskan, dirinya akan terus melanjutkan rencana-rencananya untuk melakukan rekonsiliasi nasional.
Sebelumnya pada Minggu, 30 Juni waktu setempat, jutaan demonstran turun ke jalan-jalan di Kairo dan kota-kota Mesir lainnya. Massa menuntut Presiden Morsi lengser dari jabatan yang baru setahun dipegangnya. Morsi dituding lebih memprioritaskan kepentingan Ikhwanul Muslimin daripada kepentingan rakyat banyak.
(ita/nrl)











































