Dalam rentetan serangan yang terjadi Senin, 1 Juli waktu setempat itu, sebagian besar korban tewas ketika seorang pengebom bunuh diri meledakkan rompi bom yang dipakainya saat berlangsung pemakaman seorang tentara Irak.
Menurut paramedis seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (2/7/2013), ledakan di kota Muqdadiyah itu menewaskan 23 orang dan melukai 27 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih di hari yang sama, beberapa jam sebelumnya, delapan bekas milisi Sunni diculik dari rumah-rumah mereka di wilayah utara Baghdad. Mereka diculik oleh kelompok pria bersenjata yang mengenakan seragam militer.
Kedelapan orang itu kemudian ditembak mati dari jarak dekat. Mereka merupakan bekas pejuang di Sahwa, kumpulan milisi Sunni yang berbalik menentang jaringan Al-Qaeda dan berpihak pada militer Amerika Serikat pada tahun 2006.
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas rangkaian kekerasan yang terjadi di hari Senin tersebut. Namun para militan Sunni kerap menargetkan warga Syiah maupun Sahwa yang mereka anggap pengkhianat.
Sementara itu, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, lebih dari 2.500 orang tewas dalam berbagai serangan di Irak dalam tiga bulan terakhir.
Bahkan sepanjang Juni lalu, setidaknya 761 orang tewas di Irak. PBB mencatat, total 2.518 nyawa melayang akibat berbagai serangan di Irak dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
(ita/nrl)











































