Dilansir dari Reuters, Selasa (2/7/2013), sebuah pernyataan dramatis yang disiarkan di televisi terlontar dari pihak militer Mesir. Pihak militer menyatakan bangsa Mesir dalam bahaya setelah jutaan orang turun ke jalan menuntut penguduran diri Morsi.
"Jika tuntutan rakyat tidak direalisasikan dalam periode tertentu, maka angkatan senjata akan berkewajiban mengumumkan gambaran jalan untuk masa depan Mesir," kata Kepala Staf Jenderal Abdel Fattah al-Sisi. Dalam siaran di televisi, pengumuman Abdel diiringi dengan musik patriotik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Lapangan Tahrir di Kairo, ribuan orang merayakan ultimatum pihak militer. "Kami menginginkan angkatan bersenjata baru di dewan pemerintahan sampai pemilu baru," kata seorang akuntan yang ikut berdemonstrasi, Mohamed Ibrahim (50). "Tentara saja mendukung kehendak revolusioner rakyat yang sah," sambungnya.
"Undangan untuk memenuhi tuntutan rakyat dalam beberapa jam berikutnya adalah kesempatan bersejarah yang tidak boleh hilang," kata Amr Moussa, seorang politisi liberal dan mantan menteri luar negeri.
Hingga saat ini belum ada reaksi dari kantor presiden.
Ini adalah kedua kalinya hanya dalam waktu seminggu angkatan bersenjata mengeluarkan peringatan resmi kepada politisi Mesir. Peringatan ini menambah tekanan pada Morsi yang dituntut mengakui pembagian kekuasaan dengan oposisi liberal, sekuler dan sayap kiri.
Para analis mengatakan intervensi militer bisa dilayani jika Morsi ingin berkompromi. Namun tentu hal itu akan membuat lawan-lawannya mempertajam tuntutan dan beresiko berujung pada kudeta.
"Ultimatum memiliki potensi kudeta," kata Yasser al-Shimy dari International Crisis Group.
Angkatan bersenjata telah memainkan peran penting dalam politik Mesir sejak tahun 1952.
(trq/spt)











































