"Kami memberikan Mohamed Morsi waktu hingga Selasa 2 Juli pukul 17.00 untuk meletakkan kekuasaan, memungkinkan institusi negara untuk menyiapkan pemilihan presiden lebih dini," demikian pernyataan Tamarod seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (1/7/2013).
"Jika tidak, Selasa pukul 17.00 akan menjadi awal kampanye pembangkangan sipil sepenuhnya," demikian disampaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tamarod inilah yang berada di belakang aksi demo besar-besaran di Kairo dan kota-kota Mesir lainnya pada Minggu, 30 Juni waktu setempat. Dalam aksi itu, jutaan warga Mesir turun ke jalan-jalan dan menyerukan Morsi untuk lengser.
Dalam pernyataannya, Tamarod juga menyerukan militer dan polisi untuk mendukung para demonstran. Oposisi tersebut juga menolak tawaran dialog yang disampaikan pemerintah Morsi.
"Tak mungkin bisa menerima langkah-langkah yang setengah jalan. Tak ada alternatif selain berakhirnya kekuasaan Ikhwanul Muslimin secara damai dan perwakilannya, Mohames Morsi," demikian disampaikan Tamarod.
(ita/nrl)











































